Simak Hoaks Terkini Seputar Kematian Dampak Vaksin Covid-19

Liputan6.com, Jakarta- Informasi seputar pengaruh vaksin Covid-19 masih beredar di media sosial, ini menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap upaya meningkatkan kekebalan dari penularan penyakit yang disebabkan oleh virus SARS-CoV-dua tadi.

https://kikicaegitim.com/berita-terkini-seputar-android-liputan-bdo/

Salah satu informasi impak vaksinasi yang kerap ada adalah kematian sehabis disuntik vaksin Covid-19. Cek Fakta Liputan6.com pun telah melakukan penelusuran pada sejumlah berita tadi.

Hasilnya, sebagian fakta mengenai kematian sesudah injeksi vaksin Covid-19 terbukti tidak benar. Berikut daftar modern hoaks tadi:

1.  Lebih 70 Persen Warga UK Meninggal Setelah Divaksin Covid-19 Lengkap

Cek Fakta Liputan6.com mendapati sebuah klaim yg menginformasikan, lebih menurut 70 persen wargaUnited Kingdom (UK) atau Britania Raya tewas dunia akibat divaksin Covid-19 secara lengkap.

Informasi lebih menurut 70 persen masyarakat UK mangkatdunia sesudah divaksin Covid-19 lengkap berupa foto ini tersebar melalui platform Facebook dalam 28 Oktober 2021 kemudian.

Berikut merupakan isi fakta yg tertera dalam foto tadi:

“+70% Fully Vaxxed Dead in UK”

Pada foto, pula masih ada narasi berbahasa Tagalog, bahasa berdasarkan negara Filipina. Berikut adalah narasi lengkapnya:

“Sabi ni fb harmful daw ang mga post ko nato ������”

Adapun arti berdasarkan narasi tadi yaitu

“FB bilang postingan saya tampaknya berbahaya”.

Selain itu, unggahan jua disertai menggunakan warta

“Wait nyo lang 94% world populationDead!!!” yang merupakan “Tunggu 94 % populasi global mati”.

Unggahan ini pun telah disukai sang 4 warganet & mendapat 2 komentar dari warganet.

Lalu, benarkah warta lebih dari 70 persen masyarakat UK mati dunia sehabis divaksin Covid-19 lengkap? Simak output penelusuran Cek Fakta Liputan6.com pada sini.

2. Satu Sekolah pada Afrika Selatan Meninggal Pasca Divaksin

Cek Fakta Liputan6.com mendapati kabar satu sekolah di Afrika Selatan tewas pasca divaksin, informasi tadi tersebar lewat aplikasi dialog WhatsApp.

Berikut isi warta satu sekolah di Afrika Selatan tewas pasca divaksin:

“🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️Satu sekolah.. Di Afsel… Meninggal pasca di Vaksin…

Postingan kawan kawan pada Berbagai media mnstream di hapus sama BIG TECH… nya SORROS… Cuma mampu di share lewat Telegram…

skarang kita bagi… brantai lewat WA.🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️🅰️”

Benarkah kabar satu sekolah di Afrika Selatan mati pasca divaksin? Simak output penelusuran Cek Fakta Liputan6.com pada sini.

3. 500 Ribu Orang di Alaihi Salam Tewas lantaran Vaksin

elakangan ini tersebar fakta megenai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengakui virus corona COVID-19 sama misalnya flu biasa & ada 500 ribu orang Amerika Serikat mati global lantaran divaksin.

Informasi ini dibagikan oleh salahsatu akun Facebook pada 25 Oktober 2021. Dalam unggahnnya masih ada foto Reiner Fuellmich & disertakan narasi menjadi berikut.

“INNALILLAHI….‼️WHO MENGAKUI VIRUS COVID SAMA SEPERTI FLU BIASA, 500.000 ORANG AMERIKA MATI KARENA DIVAKSIN”.

Lalu, benarkah WHO mengakui Virus COVID-19 seperti flu biasa dan ada 500 ribu orang di Amerika Serikat yg mangkatkarena vaksin? Simak hasil penelusuran Cek Fakta Liputan6.com di sini.

* Untuk mengetahui kebenaran keterangan yg beredar, silakan WhatsApp ke angka 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yg diinginkan.

Liputan6.com berkomitmen terus melawan hoaks yang penyebarannya semakin masif, menggunakan meluncurkan layanan Chatbot Liputan6 Cek Fakta, pada 21 Juni 2021.

Leave a Reply

Your email address will not be published.